Monday, August 15, 2011

Keutamaan Do’a di bulan Ramadhan

Berdo’a merupakan ibadah yang harus dilaksanakan bagi setiap kaum muslimin, Allah swt telah memerintahkan kita untuk berdo’a kepada-Nya dengan janji bahwa Allah akan mengabulkan do’a tersebut. Sebagaimana dalam firman Allah swt:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Ghafir: 60)
Telah disebutkan pula anjuran untuk berdoa di sekitar ayat-ayat shiyam yang beruntut dalam firman-Nya:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah: 186)

Saturday, August 6, 2011

Shalat Tarawih

Bulan ramadhan, bulan yang didalamnya dilipatgandakan amal kebajikan bagi kaum muslimin, mereka memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di bulan ini untuk mencapai derajat yang luhur dan mencapai ridho Allah swt. Diantara ‘amal ibadah yang diperhatikan umat islam didalam bulan ini adalah shalat tarawih yang telah dicontohkan oleh Rasululloh saw dan beliau menyukainya, bagian dari qiyamul lail yang telah dijelaskan oleh rasululloh keutamaannya yang agung dan besarnya pahala bagi yang melakukannya dengan sabda beliau:
من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Barangsiapa yang melakukan qiyamul lail pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Thursday, August 4, 2011

Sahabat yang Baik dan Buruk


Diriwayatkan dari abu musa al-Asy’ari beliau berkata: Rasulullah saw. Bersabda:
مثل الجليس الصالح والسوء: كَحَامِلِ الْمِسْكِ، وَنَافِخِ الكِير. فَحَامِلُ الْمِسْكِ: إِمَّا أَنْ يَحْذِيَك، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً. وَنَافِخُ الْكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وِإِمَّا أَنْ تَجِدَ منه ريحاً خبيثة
“perumpamaan teman yang baik dan buruk adalah seperti orang yang membawa minyak kasturi dan pandai besi. Orang yang membawa (menjual) minyak kasturi adakalanya akan memberimu, adakalanya engkau yang membeli kepadanya, dan adakalanya engkau akan memperoleh aroma yang harum. Adapun pandai besi adakalanya dia akan membakar bajumu dan adakalanya engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap.” (HR. Bukhari Muslim)

Tuesday, August 2, 2011

Makna Ramadhan dan Puasa


Didalam tahun hijriyah terdapat dua belas bulan, diawali dengan muharrom dan diakhiri dengan bulan dzulhijjah. Allah swt berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. (QS. At-Taubah: 36)
Bulan ramadhan adalah bulan ke enam dari urutan kalender hijriyah, kata ramadhan berasal dari asal kata الرمض yang secara etimologi mempunyai arti sangat panas, panasnya sengatan matahari diatas pasir dan lain sebagainya. Dan telah disebutkan beberapa kronologis penamaan bulan ramadhan antara lain:

Sunday, July 31, 2011

Keutamaan membaca Al-Qur’an


Memasuki bulan ramadhan ini, bulan yang penuh berkah yang pada bulan ini diturunkan al-Qur’an, bulan yang didalamnya terdapat malam seribu bulan yang keutamaannya melebihi seribu malam. Oleh karena itu, dalam menghadapi bulan yang penuh berkah ini, persiapan yang matang baik dari aspek fisik dan mental sangat diperlukan.
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam bulan ramadhan (dan bulan-bulan yang  lain tentunya) adalah membaca al-Qur’an. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa dalil baik dari al-Qur’an dan Hadits mengenai keutamaan al-Qur’an. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.
Allah SWT. Berfirman dalam al-Qur’an:
إن الذين يتلون كتاب الله وأقاموا الصلاة وأنفقوا مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور ليوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله إنه غفور شكور
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (Fathir: 29-30)

Friday, July 29, 2011

ILMU PENGETAHUAN DAN AGAMA

A. Ilmu pengetahuan dalam perspektif Filsafat
Pertama kali yang harus kita ketahui dalam kaitannya dengan pengetahuan seperti lazimnya (knowledge) dan ilmu pengetahuan (science). Prof. Ir. Pudjawijatna mendefinisikan pengetahuan sebagai pengetahuan yang tentang hal-hal yang berlaku umum, dan tetap serta pasti dan yang terutama dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.
Sementara itu Dr. Moh. Hatta menulis: pengetahuan yang didapat dari jalan pengalaman disebut pengetahuan. Sedangkan pengetahuan yang di dapat dari jalan keterangan disebut ilmu. Pengetahuan dibedakan atas beberapa macam antara lain:
a. Pengetahuan biasa, pengetahuan tentang hal-hal yang biasa, yang sehari-hari, yang selanjutnya bisa disebut pengetahuan.
b. Pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahan yang mempunyai sistematika dan metode tertentu, yang selanjutnya bisa disebut ilmu pengetahuan.
c. Pengetahuan filosofis, yaitu “ilmu” yang istimewa yang berusaha menjawab masalah-masalah yang belum terjawab oleh ilmu-ilmu biasa yang selanjutnya bias disebut filsafat.
d. Pengetahuan theologies, yaitu pengethuan keagamaan, pengetahuan tentan agama, dan pemberitahuan tentang berita dari tuhan.

Wednesday, July 20, 2011

Analisis Tokoh; Robert Mills Gagne


A.    Biografi Robert Mills Gagne
Robert Mills Gagne adalah seorang ilmuwan psikologi yang lahir pada tahun 1916 di North Andover Massachusetts dan meninggal pada tahun 2002. Pada tahun 1937 Gagne memperoleh gelar A.B. dari Yale dan pada tahun 1940 memperoleh gelar Ph.D. pada bidang Psikologi dari Brown University. Gelar profesor diperolehnya ketika mengajar di Connecticut College for Women dari 1940–1949. Demikian juga ketika di Penn State University dari tahun 1945-1946, dan terakhir diperolehnya dari Florida State University. Antara tahun 1949-1958, Gagne menjadi Direktur Perceptual and Motor Skills Laboratory US Air Force. Pada waktu inilah dia mulai mengembangkan teori “Conditions of Learning” yang mengarah pada hubungan tujuan pembelajaran dan kesesuaiannya dengan desain pengajaran. Teori ini dipublikasikan pada tahun 1965.
Gagne merupakan seorang tokoh psikologi yang mengembangkan teori belajar dan pengajaran. Walaupun pada awal karirnya, dia adalah seorang behaviorist, namun belakangan dia memusatkan perhatian pada pengaruh pemrosesan informasi terhadap belajar dan memori. Dia juga dikenal sebagai seorang psikolog eksperimental yang berkonsentrasi pada belajar dan pengajaran.
Kontribusi besar Gagne dalam pengembangan pengajaran adalah tulisan-tulisannya tentang: Instructional Systems Design, The Condition of Learning (1965), dan Principles of Instructional Design. Ketiga karyanya tersebut telah mendominasi bagaimana melaksanakan pengajaran untuk berbagai topik pelajaran di sekolah. Karyanya tentang The condition of Learning, merupakan tulisan yang dibuatnya ketika melaksanakan latihan militer di Angkatan Udara Amerika.[1]

Mengenal Kutub as-Sittah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penulisan
Secara umum, kitab-kitab hadits terbagi menjadi dua, pertama Kutub al-Ahadits al-Mu’tamadah (kitab-kitab hadits induk/primer) dan kedua, Kutub al-Ahadits Ghair al-Mu’tamadah (kitab-kitab hadits sekunder).
Kutub al-Ahadits al-Mu’tamadah adalah kitab-kitab hadits yang ditulis oleh para imam-imam hadits yang memiliki riwayat secara langsung dari Rasulullah saw. Melalui jalur sanadnya sendiri secara keseluruhan dari awal hingga akhir. Seperti kitab shahih al-Bukhari, shahih Muslim, sunan at-Tirmidzi, sunan an-Nasa’i, sunan Ibnu Majah, musnad Imam Ahmad Bin Hambal dan sebagainya. Kitab-kitab seperti inilah yang harus dikenali oleh generasi-generasi umat Islam saat ini, karena kapasitas kitab-kitab tersebut sebagai rujukan utama dalam sunnah nabawiyah. Dan tidak mungkin bagi seseorang yang mengkaji hadits untuk meningalkan kitab-kitab tersebut.
Sedangkan Kitab al-Ahadits Ghair al-Mu’tamadah adalah kitab-kitab hadits yang ditulis oleh para imam hadits namun tidak melalui jalur sanadnya sendiri, melainkan berupa gabungan hadits-hadits melalui jalur sanad yang lain yang diambil dari kitab-kitab hadits induk. Kitab-kitab ini seperti Riyadhus Shalihin, Bulughul Maram, Nailul Authar, dan sebagainya.

E-mail Newsletter

Kirim alamat E-mail anda untuk mengikuti pembaruan dari kami.

Recent Articles

© 2015 Waajibaty | Distributed By Zacky | Created By Zacky
TOP