Sunday, July 31, 2011

Keutamaan membaca Al-Qur’an


Memasuki bulan ramadhan ini, bulan yang penuh berkah yang pada bulan ini diturunkan al-Qur’an, bulan yang didalamnya terdapat malam seribu bulan yang keutamaannya melebihi seribu malam. Oleh karena itu, dalam menghadapi bulan yang penuh berkah ini, persiapan yang matang baik dari aspek fisik dan mental sangat diperlukan.
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam bulan ramadhan (dan bulan-bulan yang  lain tentunya) adalah membaca al-Qur’an. Dibawah ini akan dikemukakan beberapa dalil baik dari al-Qur’an dan Hadits mengenai keutamaan al-Qur’an. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.
Allah SWT. Berfirman dalam al-Qur’an:
إن الذين يتلون كتاب الله وأقاموا الصلاة وأنفقوا مما رزقناهم سرا وعلانية يرجون تجارة لن تبور ليوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله إنه غفور شكور
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (Fathir: 29-30)

Friday, July 29, 2011

ILMU PENGETAHUAN DAN AGAMA

A. Ilmu pengetahuan dalam perspektif Filsafat
Pertama kali yang harus kita ketahui dalam kaitannya dengan pengetahuan seperti lazimnya (knowledge) dan ilmu pengetahuan (science). Prof. Ir. Pudjawijatna mendefinisikan pengetahuan sebagai pengetahuan yang tentang hal-hal yang berlaku umum, dan tetap serta pasti dan yang terutama dipergunakan untuk keperluan sehari-hari.
Sementara itu Dr. Moh. Hatta menulis: pengetahuan yang didapat dari jalan pengalaman disebut pengetahuan. Sedangkan pengetahuan yang di dapat dari jalan keterangan disebut ilmu. Pengetahuan dibedakan atas beberapa macam antara lain:
a. Pengetahuan biasa, pengetahuan tentang hal-hal yang biasa, yang sehari-hari, yang selanjutnya bisa disebut pengetahuan.
b. Pengetahuan ilmiah, yaitu pengetahan yang mempunyai sistematika dan metode tertentu, yang selanjutnya bisa disebut ilmu pengetahuan.
c. Pengetahuan filosofis, yaitu “ilmu” yang istimewa yang berusaha menjawab masalah-masalah yang belum terjawab oleh ilmu-ilmu biasa yang selanjutnya bias disebut filsafat.
d. Pengetahuan theologies, yaitu pengethuan keagamaan, pengetahuan tentan agama, dan pemberitahuan tentang berita dari tuhan.

Wednesday, July 20, 2011

Analisis Tokoh; Robert Mills Gagne


A.    Biografi Robert Mills Gagne
Robert Mills Gagne adalah seorang ilmuwan psikologi yang lahir pada tahun 1916 di North Andover Massachusetts dan meninggal pada tahun 2002. Pada tahun 1937 Gagne memperoleh gelar A.B. dari Yale dan pada tahun 1940 memperoleh gelar Ph.D. pada bidang Psikologi dari Brown University. Gelar profesor diperolehnya ketika mengajar di Connecticut College for Women dari 1940–1949. Demikian juga ketika di Penn State University dari tahun 1945-1946, dan terakhir diperolehnya dari Florida State University. Antara tahun 1949-1958, Gagne menjadi Direktur Perceptual and Motor Skills Laboratory US Air Force. Pada waktu inilah dia mulai mengembangkan teori “Conditions of Learning” yang mengarah pada hubungan tujuan pembelajaran dan kesesuaiannya dengan desain pengajaran. Teori ini dipublikasikan pada tahun 1965.
Gagne merupakan seorang tokoh psikologi yang mengembangkan teori belajar dan pengajaran. Walaupun pada awal karirnya, dia adalah seorang behaviorist, namun belakangan dia memusatkan perhatian pada pengaruh pemrosesan informasi terhadap belajar dan memori. Dia juga dikenal sebagai seorang psikolog eksperimental yang berkonsentrasi pada belajar dan pengajaran.
Kontribusi besar Gagne dalam pengembangan pengajaran adalah tulisan-tulisannya tentang: Instructional Systems Design, The Condition of Learning (1965), dan Principles of Instructional Design. Ketiga karyanya tersebut telah mendominasi bagaimana melaksanakan pengajaran untuk berbagai topik pelajaran di sekolah. Karyanya tentang The condition of Learning, merupakan tulisan yang dibuatnya ketika melaksanakan latihan militer di Angkatan Udara Amerika.[1]

Mengenal Kutub as-Sittah

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penulisan
Secara umum, kitab-kitab hadits terbagi menjadi dua, pertama Kutub al-Ahadits al-Mu’tamadah (kitab-kitab hadits induk/primer) dan kedua, Kutub al-Ahadits Ghair al-Mu’tamadah (kitab-kitab hadits sekunder).
Kutub al-Ahadits al-Mu’tamadah adalah kitab-kitab hadits yang ditulis oleh para imam-imam hadits yang memiliki riwayat secara langsung dari Rasulullah saw. Melalui jalur sanadnya sendiri secara keseluruhan dari awal hingga akhir. Seperti kitab shahih al-Bukhari, shahih Muslim, sunan at-Tirmidzi, sunan an-Nasa’i, sunan Ibnu Majah, musnad Imam Ahmad Bin Hambal dan sebagainya. Kitab-kitab seperti inilah yang harus dikenali oleh generasi-generasi umat Islam saat ini, karena kapasitas kitab-kitab tersebut sebagai rujukan utama dalam sunnah nabawiyah. Dan tidak mungkin bagi seseorang yang mengkaji hadits untuk meningalkan kitab-kitab tersebut.
Sedangkan Kitab al-Ahadits Ghair al-Mu’tamadah adalah kitab-kitab hadits yang ditulis oleh para imam hadits namun tidak melalui jalur sanadnya sendiri, melainkan berupa gabungan hadits-hadits melalui jalur sanad yang lain yang diambil dari kitab-kitab hadits induk. Kitab-kitab ini seperti Riyadhus Shalihin, Bulughul Maram, Nailul Authar, dan sebagainya.

Wednesday, May 4, 2011

Kodifikasi Al-Qur'an

Sebagai sumber utama bagi umat Islam, Al-Qur'an berperan penting bagi terlaksananya peran utama islam sebagai agama yang universal dan Rahmatan li al-'alamin. Lebih dari empat belas abad al-Qur'an berada di tangan kaum muslimin, berada di ingatan kaum muslimin sebagai hafalan, disinilah janji Allah untuk menjaga al-Qur'an dari segala bentuk usaha tahrif (baca: perubahan) dari para musuh Islam. Meskipun sudah lebih dari Empat Belas abad, al-Qur'an dapat mempertanggungjawabkan ke-Otentikan-nya  sebagai kitab suci yang terjaga dan bebas dari segala bentuk perubahan.
Proses kodifikasi (tadwin) al-Qur'an dari masa Rasulullah saw, para sahabat, tabi'in dan seterusnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan logis. Hal ini dikarenakan sifat orang arab yang terkenal akan kuatnya hafalan dan tradisi sanad dalam Islam. Maka benarlah apa yang telah dikatakan Umar bin Al-khattab radiya Allahu 'Anhu bahwa seandainya tidak ada sanad makan Agama ini akan hilang. Selengkapnya bisa di Download Power Point Presentation.

Pengertian Tasawwuf dan Dasar Mempelajarinya dari Al-Qur'an dan Hadits

Download disini

Tuesday, January 18, 2011

MEMBANGUN MASA DEPAN PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA DENGAN BAHASA ARAB

A. Islam dan Pendidikan
Islam adalah agama yang menempatkan pendidikan pada posisi yang sangat vital. Al-qur’an yang merupakan sumber pokok agama ini banyak menegaskan kata ‘ilm dan berbagai derivasinya, bahkan ayat yang pertama kali turun dalam al-Qur’an adalah sebuah ayat dengan perintah membaca didalamnya. Semua hal ini bukanlah kebetulan, melainkan secara khusus untuk menunjukkan perhatian Islam yang sangat luar biasa besar terhadap pendidikan. Dalam sejarahya, Islam juga menunjukkan sebuah nilai yang patut diteladani bagi seluruh umat manusia dalam bidang keilmuan dan pendidikan. Muhammad yang merupakan pembawa panji-panji Islam sekaligus penterjemah keIslaman dari wahyu kepada perilakunya, menggunakan pendekatan pendidikan untuk menyebarkan Islam dalam lingkaran khusus di rumah Arqam.[1]
Besarnya perhatian Muhammad kepada pendidikan juga terlihat ketika peperangan dengan kaum non-Islam. Muhammad memutuskan untuk membebaskan tawanan perang dengan syarat mengajarkan baca tulis kepada orang muslim yang buta huruf. Pada perkembangannya, masjid yang merupakan tempat ibadah bagi kaum muslimin, dijadikan tempat pendidikan yang menonjol pada dua abad pertama Islam. Pada akhirnya, Islam mengenal madrasah untuk pertama kali yang dipelopori oleh Nizamul Muluk (w. 1092; 485 H).

Monday, January 3, 2011

DEMOKRASI DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

  1. Makna dan Hakekat Demokrasi
Demokrasi adalah keadaan negara yang dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, rakyat berkuasa, pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat. Secara etimologi demokrasi terdiri dari dua kata yunani yaitu demos, yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat, dan cratien atau cratos, yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.
Sedangkan pengertian demokrasi secara terminology adalah seperti yang dinyatakan oleh para ahli tentang demokrasi, diantaranya sebagai berikut :
  1. Joseph A.Schmeter mengatakan, demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetetif atas suara rakyat.
  2. Sidney Hook berpendapat, demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintahan yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.
  3. Philippe C.Schmitter menyatakan, demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan dimana pemerintah dimintai tanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka di wilayah publik oleh negara, yang bertindak secara tidak langsung melalui kompetisi dan kerjasama dengan para wakil mereka yang telah terpilih.
  4. Hendri B.Mayo menyatakan demokrasi sebagai politik merupakan suatu sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan oleh prinsip-prinsip kesamaan politik.dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik.

E-mail Newsletter

Kirim alamat E-mail anda untuk mengikuti pembaruan dari kami.

Recent Articles

© 2015 Waajibaty | Distributed By Zacky | Created By Zacky
TOP