Wednesday, December 7, 2011

Mengukur Kemampuan Istima'


  1. Pengetian istima'
Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa didalam bahasa arab ada empat maharoh (kemampuan dasar) yang harus dimiliki. Yaitu Istima' (menyimak), qira'ah (membaca), kitabah (menulis) dan kalam (berbicara). Keempat maharah ini harus berjalan bersama untuk hasil yang lebuh baik. Dalam evaluasi pembelajaran bahasa arab diperlukan juga cara-cara untuk evalusi dari masing-masing maharoh tersebut.
Pada hakikatnya, pemahaman umum pada suatu teks bersumber dari pemahaman terhadap unsur-unsur tertentu yang menunjang pemahaman umum tersebut. Dan unsur-unsur ini tergantung pada kemampuan pengajar untuk membedakan beberapa suara. Agar suara tersebut jelas, maka dibutuhkan pemahaman utuh seorang pengajar, hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan mufrodat yang diterima oleh siswa. Penilaian istima' ini dibedakan menjadi dua, yaitu membedakan suara (tamyiiz al-ashwat) dan pemahaman teks yang didengar (fahm al-masmu').
Salah satu kemampuan yang sangat penting dalam berbahasa adalah kemampuan menyimak. Setiap individu dituntut untuk mempunyai kemampuan menyimak yang benar. Pernyataan ini beralasan karena kemampuan menyimak merupakan suatu bentuk kegiatan dalam berkomunikasi. Dapat dikatakan bahwa seseorang tidak akan dapat berbicara dengan orang lain atau merespon tuturan orang lain, tanpa memahami isi tuturan tersebut atau tanpa memiliki kemampuan menyimak. Bahan tes menyimak yang perlu diperhatikan adalah:

Friday, December 2, 2011

Puasa Daud

1.      Matan dan terjemah Hadits
حديث عبد الله بن عَمرو، قال: أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنِّي أَقُولُ: وَاللَّهِ لَأَصُومَنَّ النَّهَارَ، وَلَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ، فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ: «فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ» ، قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ» ، قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ» ، فَقُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ «لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ»[1]
Artinya:
"Hadits Abdullah bin Amr, Abdullah Bin Amr berkata: Rasulullah saw. Mengabarkan kepadaku ketika aku berkata: Demi Allah, aku akan berpuasa pada siang hari dan akan beribadah pada malam hari selama aku hidup, kemudian aku berkata: aku tela mengatakan hal ini kepada ibuku, engkau dan ibuku. Rasulullah bersabda: sesungguhnya engkau tidak akan sanggup melakukannya, maka berpuasalah dan berbukalah, dirikanlah malam dan tidurlah, berpuasalah tiga hari dalam sebulan, karena sesungguhnya satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, dan puasa tiga hari dalam sebulan adalah seperti puasa terus menerus. Aku berkata: saya mampu melakukan yang lebih dari itu, Rasulullah bersabda: maka berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari, Aku berkata: saya mampu melakukan yang lebih dari itu, Rasulullah bersabda: maka berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, ini adalah puasa nabi Daud as. Dan sebaik-baik puasa. Aku berkata: saya mampu melakukan yang lebih dari itu, Rasulullah saw. Bersabda: tidak ada yan lebih baik dari itu." (HR. Bukhori)

Wednesday, November 30, 2011

الحال

أ‌-     تعريف الحال
الحالُ وصفٌ فضلةٌ يُذكرُ لبيانِ هيئَةِ الاسمِ الذي يكونُ الوصفُ له، نحو "رجعَ الجندُ ظافراً. وأدَّبْ ولدَكَ صغيراً. ومررتُ بهند راكبةً. وهذا خالدٌ مُقبلاً".[1] والمراد بالفضلة هنا أنه ليس مسندا إليه.
تعريف الحال بأنه الوصف الفضلة المنتصب للدلالة على هيئة.[2] وخرج بقوله فضلة الوصف الواقع عمدة.
الحال هو وصف، فضلة، مذكور لبيان الهيئة.[3] والمراد بالوصف الاسم المشتق الذي يدل على معنى وذات متصفة به وهو اسم الفاعل، واسم المفعول، والصفة المشبهة، وأمثلة المبالغة، وأفعال التفضيل. المراد بالفضلة هنا ما ليس ركنا في الإسناد، وإن كان لازمة لصحة المعنى. فالوصف جنس يشمل الخبر والنعت والحال، وفضلة: مخرج للخبر، ومنتصب مخرج لنعتي المرفوع والمخفوض.

Monday, November 28, 2011

Talak

A.    Dalil Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan Talak
1.      Kebencian suami kepada istrinya
"dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, Maka tidak mengapa bagi keduanya Mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya[358], dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir[359]. dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (An-Nisa': 128)
2.      Menasehati, menjauhi, dan memukul istri
" wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar." (An-Nisa: 34)

Wednesday, November 23, 2011

TUJUAN, FUNGSI DAN PRINSIP EVALUASI

  1. Pengertian evaluasi
Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang mengandung kata dasar value "nilai". Kata value atau nilai dalam istilah evaluasi berkaitan dengan keyakinan bahwa sesuatu hal itu baik atau buruk, benar atau salah, kuat atau lemah, cukup atau belum cukup, dan sebagainya.  Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu proses mempertimbangkan suatu hal  atau gejala dengan mempergunakan patokan-patokan tertentu yang bersifat kualitatif, misalnya baik-tidak baik, kuat lemah, memadai-tidak memadai, tinggi rendah, dan sebagainya.[1]
Suchman memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. 

Monday, August 15, 2011

Keutamaan Do’a di bulan Ramadhan

Berdo’a merupakan ibadah yang harus dilaksanakan bagi setiap kaum muslimin, Allah swt telah memerintahkan kita untuk berdo’a kepada-Nya dengan janji bahwa Allah akan mengabulkan do’a tersebut. Sebagaimana dalam firman Allah swt:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Ghafir: 60)
Telah disebutkan pula anjuran untuk berdoa di sekitar ayat-ayat shiyam yang beruntut dalam firman-Nya:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah: 186)

Saturday, August 6, 2011

Shalat Tarawih

Bulan ramadhan, bulan yang didalamnya dilipatgandakan amal kebajikan bagi kaum muslimin, mereka memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di bulan ini untuk mencapai derajat yang luhur dan mencapai ridho Allah swt. Diantara ‘amal ibadah yang diperhatikan umat islam didalam bulan ini adalah shalat tarawih yang telah dicontohkan oleh Rasululloh saw dan beliau menyukainya, bagian dari qiyamul lail yang telah dijelaskan oleh rasululloh keutamaannya yang agung dan besarnya pahala bagi yang melakukannya dengan sabda beliau:
من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Barangsiapa yang melakukan qiyamul lail pada bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Thursday, August 4, 2011

Sahabat yang Baik dan Buruk


Diriwayatkan dari abu musa al-Asy’ari beliau berkata: Rasulullah saw. Bersabda:
مثل الجليس الصالح والسوء: كَحَامِلِ الْمِسْكِ، وَنَافِخِ الكِير. فَحَامِلُ الْمِسْكِ: إِمَّا أَنْ يَحْذِيَك، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً. وَنَافِخُ الْكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وِإِمَّا أَنْ تَجِدَ منه ريحاً خبيثة
“perumpamaan teman yang baik dan buruk adalah seperti orang yang membawa minyak kasturi dan pandai besi. Orang yang membawa (menjual) minyak kasturi adakalanya akan memberimu, adakalanya engkau yang membeli kepadanya, dan adakalanya engkau akan memperoleh aroma yang harum. Adapun pandai besi adakalanya dia akan membakar bajumu dan adakalanya engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap.” (HR. Bukhari Muslim)

E-mail Newsletter

Kirim alamat E-mail anda untuk mengikuti pembaruan dari kami.

Recent Articles

© 2015 Waajibaty | Distributed By Zacky | Created By Zacky
TOP