Tuesday, January 18, 2011

MEMBANGUN MASA DEPAN PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA DENGAN BAHASA ARAB

A. Islam dan Pendidikan
Islam adalah agama yang menempatkan pendidikan pada posisi yang sangat vital. Al-qur’an yang merupakan sumber pokok agama ini banyak menegaskan kata ‘ilm dan berbagai derivasinya, bahkan ayat yang pertama kali turun dalam al-Qur’an adalah sebuah ayat dengan perintah membaca didalamnya. Semua hal ini bukanlah kebetulan, melainkan secara khusus untuk menunjukkan perhatian Islam yang sangat luar biasa besar terhadap pendidikan. Dalam sejarahya, Islam juga menunjukkan sebuah nilai yang patut diteladani bagi seluruh umat manusia dalam bidang keilmuan dan pendidikan. Muhammad yang merupakan pembawa panji-panji Islam sekaligus penterjemah keIslaman dari wahyu kepada perilakunya, menggunakan pendekatan pendidikan untuk menyebarkan Islam dalam lingkaran khusus di rumah Arqam.[1]
Besarnya perhatian Muhammad kepada pendidikan juga terlihat ketika peperangan dengan kaum non-Islam. Muhammad memutuskan untuk membebaskan tawanan perang dengan syarat mengajarkan baca tulis kepada orang muslim yang buta huruf. Pada perkembangannya, masjid yang merupakan tempat ibadah bagi kaum muslimin, dijadikan tempat pendidikan yang menonjol pada dua abad pertama Islam. Pada akhirnya, Islam mengenal madrasah untuk pertama kali yang dipelopori oleh Nizamul Muluk (w. 1092; 485 H).

Monday, January 3, 2011

DEMOKRASI DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

  1. Makna dan Hakekat Demokrasi
Demokrasi adalah keadaan negara yang dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, rakyat berkuasa, pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat. Secara etimologi demokrasi terdiri dari dua kata yunani yaitu demos, yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat, dan cratien atau cratos, yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.
Sedangkan pengertian demokrasi secara terminology adalah seperti yang dinyatakan oleh para ahli tentang demokrasi, diantaranya sebagai berikut :
  1. Joseph A.Schmeter mengatakan, demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan politik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan cara perjuangan kompetetif atas suara rakyat.
  2. Sidney Hook berpendapat, demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintahan yang penting secara langsung atau tidak langsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.
  3. Philippe C.Schmitter menyatakan, demokrasi sebagai suatu sistem pemerintahan dimana pemerintah dimintai tanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka di wilayah publik oleh negara, yang bertindak secara tidak langsung melalui kompetisi dan kerjasama dengan para wakil mereka yang telah terpilih.
  4. Hendri B.Mayo menyatakan demokrasi sebagai politik merupakan suatu sistem yang menunjukkan bahwa kebijakan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan berkala yang didasarkan oleh prinsip-prinsip kesamaan politik.dan diselenggarakan dalam suasana terjaminnya kebebasan politik.

Saturday, January 1, 2011

SEJARAH FILSAFAT

A. Hakikat Sejarah Filsafat
Sebelum filsafat lahir dan berkembang pesat, telah berkembang berbagai mitos di yunani. Bahkan filsafat sendiri lahir dan berkembang melalui jalan mitologis. Berbagai pertanyaan atas ketidaktahuan mengenai eksistensi jagad raya ini dapat dijawab didalam mitos. Mitos yang berkembang merupakan metode yang dijadikan cara untuk memahami segala sesuatu yang ada. Pertanyaan dari mana asalnya bumi dan bagaimana bbumi tercipta. Mengepa kemudian bumi menjadi gelap dan terang kembali? Sebelum ditemukan jawaban filosofis dan ilmiah, manusia hanya mampu menjawab deangan mitos. Bumi gelap karena digenggam oleh raksasa yang sedang marah, sehingga manusia harus segera meredakan marahnya dengan berbagai cara, misalnya menyiapkan sesaji, meyakini adanya kekuatan lain selain kekuatan luar alam fisik, adanya para dewa dan sebagainya. Khayalan-khayalan tersebut menjadi “keyakinan yang selanjutnya membentuk pemahaman normatif tentang setiap keberadaan dan kekuatan yang ada didalamnya. Sebelum ilmuan menyatakan adanya gerhana bulan dan gerhana matahari, manusia pada umumnya mendapa jawaban dari berbagai mitos.
Mitos tersebut diantaranya menyatakan bahwa dewa-dewa raksasa sering menggenggam bumi sehingga bumi menjadi gelap gulita. Bahkan, dewa-dewa tersebut menghentakkan kakinya ke bumiyang menggetarkan seluruh isinya, hingga terjadilah bencana, banjir, gempa bumi, gunung meletus, dan sebagainya. Keykinan akan cerita di atas menjadikan orang yunani percaya dengan adanya dewa-dewa raksasa atau titans.
Sebagai perenungan dalam masyarakat kita pada zaman dahulu apabila ada anak kecil yang memotong kukunya di dalam kegelapan, tentu sangat membahayakan bagi dirinya. Karena kehidupan mereka akrab dengan binatang buas, maka cara melarang yang paling efektif adalah dengan mengatakan: “jika memotong kuku pada malam hari akan diterkam harimau”. Jika pemahamannya demikian, antara memotong kuku dan harimau ada hubungannya. Betapa cerdasnya masyarakat pada zaman dahulu, mereka tidak pernah mengenyam pendidikan formal apalagi bergelar. Mereka bukan filosof, tetapi cara mendidik anak mereka sangat filosofis.

MENGENAL IAD, ISD DAN IBD


A.    Pengertian IAD, ISD dan IBD
Ilmu Alamiah Dasar (IAD) atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial dan urgen saja.
Secara singkat, para ilmuan membagi ilmu pengetahuan menjadi 3 bagian besar, yaitu:
1. Ilmu alamiah adalah ilmu yang mempelajari tentang alam, yang berhubungan dengan lingkungan alam seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, botani dll.
2. Ilmu Sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan sosial manusia di lingkungan sekitar seperti sosiologi, ekonomi, politik, antropologi sejarah, psikologi, geografi dll.
3. Ilmu budaya adalah ilmu yang mempelajari adat istiadat atau kebiasaan hidup manusia di suatu wilayah seperti bahasa, agama, kesusastraan, kesenian dll.
Dari perkembangan ilmu sosial timbul paham study sosial yang disebut ilmu pengetahuan sosial. IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan dari sejumlah mata pelajaran sosial. Diantara yang termasuk dalam ilmu pengetahuan sosial yaitu geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi dll.

Monday, December 20, 2010

AKHLAK DAN TASAWWUF

A. Akhlak
1. Pengertian akhlak
Akhlak (bahasa arab) secara etimologi berasal dari kata khulk, khulk berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat.[1] Didalam Al Mu’jam al-Washit disebutkan definisi akhlak sebagai berikut:
الخلق حال للنفس راسخة تصدر عنها الأعمال من خير أو شرّ من غير حاجة إلى فكر ورؤية
“akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.”[2] Sedangkan menurut al-Ghazali, al-Khulk di definisikan sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.[3]
Jadi hakikat akhlak adalah sesuatu yang telah terpatri dan meresap dalam jiwa yang melahirkan berbagai macam perbuatan yang terjadi secara spontan tanpa dibuat-buat dan tanpa melakukan pemikiran. Apabila dari kondisi tersebut yang dominan adalah akal, maka akan menimbulkan kelakuan yang baik atau budi pekerti yang mulia dan sebaliknya, apabila yang dominan adalah nafsu, maka yang timbul adalah akhlak yang buruk atau tercela.

PENALARAN

A. Pengertian Penalaran (Reasoning)
Setiap saat selama hidup kita, terutama dalam keadaan terjaga (tidak tidur), kita selalu berpikir. Berpikir merupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berpikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar tentang sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan disebut kegiatan bernalar.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. Penalaran ilmiah mencakup kedua proses penalaran itu.

E-mail Newsletter

Kirim alamat E-mail anda untuk mengikuti pembaruan dari kami.

Recent Articles

© 2015 Waajibaty | Distributed By Zacky | Created By Zacky
TOP