Monday, December 20, 2010

AKHLAK DAN TASAWWUF

A. Akhlak
1. Pengertian akhlak
Akhlak (bahasa arab) secara etimologi berasal dari kata khulk, khulk berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku, atau tabiat.[1] Didalam Al Mu’jam al-Washit disebutkan definisi akhlak sebagai berikut:
الخلق حال للنفس راسخة تصدر عنها الأعمال من خير أو شرّ من غير حاجة إلى فكر ورؤية
“akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.”[2] Sedangkan menurut al-Ghazali, al-Khulk di definisikan sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.[3]
Jadi hakikat akhlak adalah sesuatu yang telah terpatri dan meresap dalam jiwa yang melahirkan berbagai macam perbuatan yang terjadi secara spontan tanpa dibuat-buat dan tanpa melakukan pemikiran. Apabila dari kondisi tersebut yang dominan adalah akal, maka akan menimbulkan kelakuan yang baik atau budi pekerti yang mulia dan sebaliknya, apabila yang dominan adalah nafsu, maka yang timbul adalah akhlak yang buruk atau tercela.

PENALARAN

A. Pengertian Penalaran (Reasoning)
Setiap saat selama hidup kita, terutama dalam keadaan terjaga (tidak tidur), kita selalu berpikir. Berpikir merupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berpikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar tentang sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan disebut kegiatan bernalar.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan deduktif. Penalaran ilmiah mencakup kedua proses penalaran itu.

E-mail Newsletter

Kirim alamat E-mail anda untuk mengikuti pembaruan dari kami.

Recent Articles

© 2015 Waajibaty | Distributed By Zacky | Created By Zacky
TOP