Saturday, April 28, 2012

Karakteristik Bahasa Hewan


Bahasa yang khusus digunakan manusia mempunyai identitas dan ciri tersendiri yang lain dari yang lain. Karakteristik khusus ini telah memalingkan perhatian para ulama' terdahulu yang telah membaca pentingnya tema kebahasaan kemudian menulis tentang bahasa dengan metode yang berdasarkan keilmuannya. Sosiolog, Psikolog, Filusuf dan lain sebagainya telah membahas tema-tema kebahasaan dalam kajiannya.
Bahasa mempunyai ikatan yang sangat kuat dengan manusia dan lingkungannya. Perannya yang memungkinkan untuk berkomunikasi antar manusia dan lingkungannya, memudahkan untuk mengungkapkan pendapat dan perasaan untuk disampaikan pada orang lain sebagai wujud dari eksistensi seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.
Secara maksimal, urgensi dari bahasa tersebut dapat dilihat dari kehidupan manusia itu sendiri, wajar jika kita heran pada karakteristik dasar yang menjadikan bahasa manusia mempunyai ciri-ciri khusus dan bentuk yang berbeda-beda. Hasilnya, beberapa kata yang dapat dilafalkan oleh hewan-hewan tertentu.
Oleh karena itu, manusia harus bisa melakukan penelitian pada karakteristik bahasa manusia, dengan melakukan peninjauan terhadap fitur "bahasa" hewan dengan tujuan mengambil kesimpulan terhadap masalah yang membedakannya dengan bahasa manusia dan hal yang dapat menjadi bukti nyata atas kebenaran hipotesis kita bahwa bahasa adalah entitas yang khusus ada pada manusia dan unik.

Hukuman Dalam Dunia Pendidikan

A. Definisi Punishment (hukuman) 
Dalam pendapat para ahli pendidikan tentang pengertian hukuman (punishment): 
1. Menuurut Tanlain pengertian hukuman (punishment) ialah tindakan pendidikan terhadap anak didik karena melakukan kesalahan, dan dilakukan agar anak didik tidak lagi melakukannya. 
2. Menurut Purwanto maksud dari hukuman (punishment) ialah penderitaan yang diberikan atau ditimbulkan dengan sengaja oleh seseorang (orang tua, guru, dan sejajarnya) sesudah terjadi suatu pelanggaran, kejahatan, atau kesalahan. 
3. Menurut Mursal pengertian punishment adalah suatu perbuatan dimana orang sadar dan sengaja menjatuhkan nestapa pada orang lain dengan tujuan untuk memperbaiki atau melindungi dirinya sendiri dari kelemahan jasmani dan rohani sehingga terhindar dari segala macam pelanggaran. 
4. Menurut Djiwandono maksud dari hukuman adalah mencegah timbulnya tingkah laku yang tidak baik dan mengingatkan siswa untuk tidak melakukan apa yang tidak boleh. 
5. Menurut Ahmadi dan Uhbiyanti hukuman adalah suatu perbuatan di mana kita secara sadar dan sengaja menjatuhkan nestapa kepada orang lain, baik dari segi kejasmanian maupun dari segi kerohanian. 
6. Hukuman adalah tindakan yang dijatuhkan kepada anak secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa, dan dengan adanya nestapa itu anak akan menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji di dalam hatinya untuk tidak mengulanginya. [1]

Tuesday, January 24, 2012

ASPEK AFEKTIF DALAM PERKEMBANGAN BAHASA


PEMBAHASAN
ASPEK AFEKTIF DALAM PERKEMBANGAN BAHASA
A.    Pengertian Perasaan
Dalam kamus Psikolinguistik afektif berarti gaya atau makna yang menunjukkan perasaan (emotif). Karena aspek afektif berhubungan dengan perasaan, maka makalah ini akan membahas tentang perasan.
Pengertian perasaan sendiri adalah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami setiap hari. Beberapa dari sifat perasaan ialah senang atau sedih, kuat atau lemah, lama atau sebentar, bersifat ank era.[1]
B.     Reaksi Emosional
Reaksi emosional merupakan gejala jiwa yang memiliki bermacam-macam reaksi dan variasi, diantaranya:
1.      Terkejut, ialah reaksi yang terjadi secara tiba-tiba karena adanya hal-hal yang tidak disangka sebelumnya.
2.      Sedih, ialah kekosongan jiwa karena kehilangan sesuatu yang disayangi.
3.      Gembira, ialah rasa positif terhadap sesuatu yang dihadapi.
4.      Takut, ialah perasaan lemah atau rasa tidak berani menghadapi sesuatu.
5.      Gelisah, ialah suasana jiwa yang belum diketahui kepastiannya atau ketidak-tentuan mengenai sesuatu.
6.      Khawatir, ialah merasa tidak berdaya dan disertai rasa terancam.
7.      Marah, ialah perasaan emosi yang kuat.
8.      Heran, ialah reaksi terhadapt sesuatu yang belum pernah dialami.
9.      Giris, ialah perasaan yang timbul akibat dari tidak adanya kesimbangan antara dirinya dengan lingkungannya.[2]   

C.     Gangguan Perasaan
1.      Melancholia atau depresi
Perasaan ini mempunyai ank  selalu muram, sedih dan susah. Depresi bisa juga akibat dari pengalaman yang tidak mengenakkan atu tidak diinginkan. Bahkan karena keputus asaan dan tidak tahu jalan keluar, manusia bisa mengalami depresi. Oleh sebab itu bila penderita depresi tidak segera mendapat pertolongan, kemungkinan besar mereka akan melakukan bunuh diri.
2.      Maniso
Orang penderita maniso mempunyai ank  terlalu lincah dan bahkan seperti orang yang tidak memiliki masalah. Meskipun begitu dalam hati mereka ada rasa sedih dan susah. Mereka juga bisa tertawa, tapi tertawanya hambar dan kadang-kadang sinis.
3.      Apathesia
Penderita apathesia hampir atau sama sekali tidak pernah menunjukkan perasaannya. Mereka tidak peduli terhadap keadaan-keadaan sekitar atau acuh tak acuh.

Wednesday, December 7, 2011

Mengukur Kemampuan Istima'


  1. Pengetian istima'
Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa didalam bahasa arab ada empat maharoh (kemampuan dasar) yang harus dimiliki. Yaitu Istima' (menyimak), qira'ah (membaca), kitabah (menulis) dan kalam (berbicara). Keempat maharah ini harus berjalan bersama untuk hasil yang lebuh baik. Dalam evaluasi pembelajaran bahasa arab diperlukan juga cara-cara untuk evalusi dari masing-masing maharoh tersebut.
Pada hakikatnya, pemahaman umum pada suatu teks bersumber dari pemahaman terhadap unsur-unsur tertentu yang menunjang pemahaman umum tersebut. Dan unsur-unsur ini tergantung pada kemampuan pengajar untuk membedakan beberapa suara. Agar suara tersebut jelas, maka dibutuhkan pemahaman utuh seorang pengajar, hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan mufrodat yang diterima oleh siswa. Penilaian istima' ini dibedakan menjadi dua, yaitu membedakan suara (tamyiiz al-ashwat) dan pemahaman teks yang didengar (fahm al-masmu').
Salah satu kemampuan yang sangat penting dalam berbahasa adalah kemampuan menyimak. Setiap individu dituntut untuk mempunyai kemampuan menyimak yang benar. Pernyataan ini beralasan karena kemampuan menyimak merupakan suatu bentuk kegiatan dalam berkomunikasi. Dapat dikatakan bahwa seseorang tidak akan dapat berbicara dengan orang lain atau merespon tuturan orang lain, tanpa memahami isi tuturan tersebut atau tanpa memiliki kemampuan menyimak. Bahan tes menyimak yang perlu diperhatikan adalah:

Friday, December 2, 2011

Puasa Daud

1.      Matan dan terjemah Hadits
حديث عبد الله بن عَمرو، قال: أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنِّي أَقُولُ: وَاللَّهِ لَأَصُومَنَّ النَّهَارَ، وَلَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ مَا عِشْتُ، فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ: «فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ، فَصُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ» ، قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ» ، قُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ: «فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ» ، فَقُلْتُ: إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ «لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ»[1]
Artinya:
"Hadits Abdullah bin Amr, Abdullah Bin Amr berkata: Rasulullah saw. Mengabarkan kepadaku ketika aku berkata: Demi Allah, aku akan berpuasa pada siang hari dan akan beribadah pada malam hari selama aku hidup, kemudian aku berkata: aku tela mengatakan hal ini kepada ibuku, engkau dan ibuku. Rasulullah bersabda: sesungguhnya engkau tidak akan sanggup melakukannya, maka berpuasalah dan berbukalah, dirikanlah malam dan tidurlah, berpuasalah tiga hari dalam sebulan, karena sesungguhnya satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan, dan puasa tiga hari dalam sebulan adalah seperti puasa terus menerus. Aku berkata: saya mampu melakukan yang lebih dari itu, Rasulullah bersabda: maka berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari, Aku berkata: saya mampu melakukan yang lebih dari itu, Rasulullah bersabda: maka berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, ini adalah puasa nabi Daud as. Dan sebaik-baik puasa. Aku berkata: saya mampu melakukan yang lebih dari itu, Rasulullah saw. Bersabda: tidak ada yan lebih baik dari itu." (HR. Bukhori)

Wednesday, November 30, 2011

الحال

أ‌-     تعريف الحال
الحالُ وصفٌ فضلةٌ يُذكرُ لبيانِ هيئَةِ الاسمِ الذي يكونُ الوصفُ له، نحو "رجعَ الجندُ ظافراً. وأدَّبْ ولدَكَ صغيراً. ومررتُ بهند راكبةً. وهذا خالدٌ مُقبلاً".[1] والمراد بالفضلة هنا أنه ليس مسندا إليه.
تعريف الحال بأنه الوصف الفضلة المنتصب للدلالة على هيئة.[2] وخرج بقوله فضلة الوصف الواقع عمدة.
الحال هو وصف، فضلة، مذكور لبيان الهيئة.[3] والمراد بالوصف الاسم المشتق الذي يدل على معنى وذات متصفة به وهو اسم الفاعل، واسم المفعول، والصفة المشبهة، وأمثلة المبالغة، وأفعال التفضيل. المراد بالفضلة هنا ما ليس ركنا في الإسناد، وإن كان لازمة لصحة المعنى. فالوصف جنس يشمل الخبر والنعت والحال، وفضلة: مخرج للخبر، ومنتصب مخرج لنعتي المرفوع والمخفوض.

Monday, November 28, 2011

Talak

A.    Dalil Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan Talak
1.      Kebencian suami kepada istrinya
"dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, Maka tidak mengapa bagi keduanya Mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya[358], dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir[359]. dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (An-Nisa': 128)
2.      Menasehati, menjauhi, dan memukul istri
" wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291], Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar." (An-Nisa: 34)

Wednesday, November 23, 2011

TUJUAN, FUNGSI DAN PRINSIP EVALUASI

  1. Pengertian evaluasi
Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang mengandung kata dasar value "nilai". Kata value atau nilai dalam istilah evaluasi berkaitan dengan keyakinan bahwa sesuatu hal itu baik atau buruk, benar atau salah, kuat atau lemah, cukup atau belum cukup, dan sebagainya.  Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu proses mempertimbangkan suatu hal  atau gejala dengan mempergunakan patokan-patokan tertentu yang bersifat kualitatif, misalnya baik-tidak baik, kuat lemah, memadai-tidak memadai, tinggi rendah, dan sebagainya.[1]
Suchman memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. 

E-mail Newsletter

Kirim alamat E-mail anda untuk mengikuti pembaruan dari kami.

Recent Articles

© 2015 Waajibaty | Distributed By Zacky | Created By Zacky
TOP